KONSUMSI RICE BRAN SUDAH SEJAK JAMAN BELANDA.

Bukan saat ini saja bekatul dibicarakan orang, tetapi ternyata kandungan vitamin B1 yang disebut juga Thiamin merupakan vitamin yang di teliti oleh dokter Eijkman, dia adalah seorang dokter militer Belanda yang bertugas di Jawa. Pada kala itu (akhir abad ke-19) Eijkman dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa penyakit beri-beri bisa disembuhkan dengan pemberian bekatul beras.

Ide cemerlang dokter Eijkman itu dicobakan pada unggas  yang diberi pakan berupa beras yang telah dibersihkan bekatulnya dan dimasak menjadi nasi. Ditemukan hasil yang mengejutkan dari hasil penelitiannya itu, bahwa pemberian pakan kepada unggas berupa beras yang telah dibersihkan bekatulnya dan dimasak menjadi nasi itu menyebabkan kelumpuhan.

Untuk penyembuhan kelumpuhan unggas tersebut dilakukan dengan cara menghentikan pemberian pakan seperti yang tersebut di atas dan menggantinya dengan pakan berupa beras yang belum dibersihkan bekatulnya. Dikala itu juga masih banyak masyarakat di pulau Jawa yang terjangkit sakit beri-beri dan merekapun dianjurkan untuk memakan bekatul (dibuat jenang) dan penderita beri-beripun berangsunr sembuh.

Para peneliti selanjutnya termasuk di Amerika, Uni Soviet, Jepang dan lain-lain termasuk di Indonesia melakukan penelitian terhadap bekatul secara lebih intensif dan ditemukan kandungan vitamin banyak vitamin diantaranya : Thiamin/B1, riboflavin/B2, naisin/B3, asam pantetonat/B5, kobalamin/B12, asam pangamat/B15, protein, mineral, lemak, tokoferol/E dan lain-lain. Berawal dari penemuan inilah kemudian dilakukan percobaan terhadap berbagai  penyakit yang belum diketahui penyebabnya di Uni Soviet dan ternyata hasilnya mencengangkan.

Penyakit yang dapat dicegah dengan bekatul antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi (kencing manis), trigliseride tinggi, asma, gondok. Namun dalam perkembangannya vitamin-vitamin tersebut di atas lebih banyak dibuat secara sintetis daripada memanfaatkan bekatul secara langsung. Modernisasi ternyata lebih berperan daripada back to basic, karena modernisasi dinilai mengandung dan menundang gengsi yang lebih tinggi daripada back to basic.

Gamma-oryzanol adalah antioksidan kuat yang ditemukan dalam bekatul disamping juga omega-3 dan omega 6 yang masing-masing mempunyai fungsi untuk menyehatkan. Nah sudah sedemikian banyaknya hasil penelitian yang dilakukan pakar baik di luar negeri maupun di dalam negeri namun tampaknya pemahaman tentang kemanfaatan bekatul ini masih perlu terus disosialisasikan.

Dari sekian banyak hasil penelitian para ahli ternyata bekatul (rice bran) sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh manusia, dan kandungan gizi tingginya sangat layak dikonsumsi manusia karena mengandung protein, mineral, lemak tak jenuh (asam lemak esensial), Pytosterois, Polyphenois, Beta-Sitosterol, Co-Enzyme Q10, Omega 3 Fatty Acids, Omega 6 Fatty Acids, dan Oleic Acid, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15/Vital Antioksidan), Vitamin E complex (Tocopherois, Tocotrienois, Gamma-Oryzanol, serat pencernaan (dietary fibres), serta nutrisi penting lain yang memiliki khasiat luar biasa.

Dibandingkan dengan beberapa jenis tanaman lain, bekatul yang berasal dari tanaman padi yang kita makan sehari-hari memiliki kandungan vitamin B15 paling tinggi (zat gizi yang paling menonjol yang terkandung dalam bekatul) yang berguna sebagai penyempurna proses metabolisme di dalam tubuh kita. Vitamin ini menurut berbagai penelitian memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh.

Semoga bermanfaat.

Iklan

MARI KITA JAGA KESEHATAN

Tak Seoranagpun yang menginginkan badannya tidak sehat, namun untuk menjadi sehat ternyata diperlukan pengetahuan tentang ilmu kesehatan yang memadai. Sehat tidak harus didukung dana yang besar tetapi lebih memerlukan dukungan pengetahuan, kemauan, dan perlilaku hidup sehat.

Ada 3 (tiga) hal penting yang dapat menunjang kesehatan yaitu : oksigen, air, dan makanan/nutrisi. Semua orang tahu bahwa ketiga unsur itu diperlukan untuk kehidupan dalam porsi yang terukur tidak boleh berlebihan juga tidak boleh kekurangan. Masing-masing unsur itu mempunyai peran vital, seperti halnya orang jika tidak minum dan tidak makan masih bisa bertahan beberapa hari bahkan kalau kondisinya normal bisa bertahan sampai 40 (empat puluh) hari, namun jika tidak kemasukan oksigen maka orang hanya mampu bertahan beberapa menit saja.

Jika demikian apakah oksigen memegang peran lebih penting dibanding dengan makanan/nutrisi dan air, tentu saja tidak bisa diperbandingkan begitu saja karena masing-masing mempunyai peran berbeda-beda sehingga tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan waktu seseorang dalam mempertahankan akibat kurangnya pasokan ketiga unsur tersebut ke dalam tubuh.

Namun dalam tulisan ini saya hanya ingin membahas salah satu saja dahulu yaitu mengenai makanan/nutirisi sedangkan mengenai oksigen dan air akan dibahas di lain watu dalam episode yang berbeda. Kita semua tentu sudah memahami nasi yang kita makan sehari-hari, namun mungkin saja belum tahu atau memang tidak pernah terpikirkan apa yang terkandung di dalam nasi yang kita makan setiap hari itu.

Tanpa kita sadari bahwa nasi yang kita makan setiap hari itu sudah kehilangan vitamin dan mineralnya karena proses pembersihan bekatul yang menyelimuti beras tersebut. Beras yang kita makan sehari-hari itu ternyata sudah kehilangan vitamin, protein dan mineral yang seharusnya dimakan bersamaan dengan beras. Beras putih itu sudah dibersihkan bekatulnya sehingg yang tertinggal hanya karbohidratnya saja sehingga dalam jangka panjang tidak disadari seseorang telah masuk dalam zoma pradiabetik dan berlangsung bertahun-tahun dan kemungkin juga obesitas. Jika kondisi seperti ini diberangi dengan kegemaran memakan makanan olahan dengan gula pasir maka akhirnya terjadilah penyakit diabetes mellitus.

Jika saja beras itu tidak dibersihkan bekatul/rice brannya tentu saja vitamin-vitamin B yang terkandung di dalamnya bisa terkonsumsi dan kebutuhan vitamin di dalam tubuh akan tercukupi. Penggunaan suplemen sebenarnya tidak perlu lagi jika asupan vitamin, protein, dan mineral bisa tercukupi dari makanan yang di konsumsi. Atas dasar itulah RICEBRAN-CENTER membantu menyediakan bekatul beras yang sudah dilepas dari berasnya untuk kemudian kami ambil untuk dikonsusumsi secara terpisah.

Mengapa bekatul/rice bran ini menjadi sedemikian penting karena kandungannya (B1, B2, B3, B5, B6 dan tokoferol); Pangamic acid (Vit. B15); Serat pangan (dietary fiber), serta mineral; Natrium; Kalium; Khlor yang terkandung dalam bekatul mudah diserap dan dikeluarkan; Protein; Mineral; Lemak atau asam lemak esensial; Phytosterosis; Polyphenois; Phospholipids; Beta-sitosterol; Co-enzyme Q10; Omega 3 Fatty Acids; Omega 6 Fatty Acids dan Oteic Acid, sangat dibutuhkan oleh tubuh kita karena dapat menjaga kadar kolesterol, kadar gula darah, dan tekanan darah pada zona yang aman. Pertanyaan berikutnya adalah mengapa kita harus menjaga kadar kolesterol, kadar gula dalam darah dan tekanan darah tinggi karena ketiga unsur tersebut jika kadar di dalam darah melebihi ambang batas yang diperbolehkan dapat mengakibatkan penimbunan plak dalam pembuluh darah yang sangat dimungkinkan terjadinya penyakit jantung koroner maupun stroke.

Sampaikan kepada anggota keluarga, kerabat, sahabat jika ada yang menderita diabetes melitus (DM) : bahwa yang penting dilakukan oleh penderita DM adalah mengontrol kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol (selalu tinggi, atau kadang tinggi kadang rendah, atau terlalu rendah) dapat menimbulkan komplikasi pada pasien DM. Komplikasi jangka pendek misalnya hipoglikemia, yaitu keadaan di mana kadar gula darah yang terlalu rendah (<70 mg/dl). Gejala yang dirasakan pada saat pasien hipoglikemia adalah berkeringat, jantung berdebar, rasa lapar, dan gemetar. Jika tidak diterapi segera, pasien dapat kehilangan kesadaran, dan kejang-kejang. Komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi biasanya melibatkan pembuluh darah besar maupun kecil serta sistem saraf. Komplikasi dapat mengenai organ-organ vital seperti otak, jantung, ginjal, mata, persarafan dan lain-lain, sehingga diperlukan pemeriksaan rutin secara teratur.

Disamping diabetes mellitus bekatul juga dapat mengurangi risiko terhadap “Stroke yang sebenarnya polanya jelas sekali dan bisa dideteksi. Setiap orang sebenarnya mempunyai potensi terkena stroke. Untuk meminimalikan risiko stroke caranya harus mengubah pola hidup, kurangi garam, hindari makanan berlemak, daging merah, perbanyak makan sayur, buah dan minum air putih,”RICEBRAN-CENTER menyarankan untuk mengkonsumsi bekatul (rice bran).

Di Indonesia, penyakit stroke merupakan pembunuh nomor 3, kematian akibat stroke di Indonesia grafiknya naik dari tahun ke tahun. Yang mengkhawatirkan, stroke saat ini tak hanya milik kaum tua saja, melainkan juga mulai marak menjangkiti kaum muda. Hal ini membuat stroke berhasil menempati posisi sebagai penyebab utama kematian yang disebabkan penyakit non infeksi di indonesia
Lalu bagaimana dengan penyakit hipertensi di Indonesia? KOMPAS.com – Satu dari sekitar tiga orang dewasa di Indonesia diperkirakan menderita hipertensi. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan terapi optimal. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa bahwa tekanan darahnya tinggi. Dari yang mendapatkan terapi saja, sebagian besar juga tidak melanjutkan terapinya. Pada hal, hipertensi adalah sebagai faktor resiko utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Sebaliknya, bila kita mampu mengendalikan hipertensi ini saja, risiko seseorang untuk menderita stoke berkurang 30 persen, mengalami serangan jantung 23 persen. Di samping itu, kemungkinan anda mengalami gagal jantung, gagal ginjal, demensia juga menurun.
Oleh karena itu, apakah anda tidak ingin melakukan sesuatu sehingga ancaman itu menjauh dari anda. Ingat, bahwa perubahan kecil yang sehat yang anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai sekarang akan memberikan hasil yang besar di kemudian hari. Semoga dengan mengkonsumsi bekatul (rice bran) secara teratur 30 gram sehari risiko terjadinya hipertensi dapat diperkecil sampai batas aman.